11 Juni 2018

beritabengkulu.com,- Daerah Aliran Sungai di Bengkulu sudah banyak tercemar oleh aktivitas pertambangan Batu Bara sepanjang 49 Kilometer. Aliran sungai tersebut mulai dari Bengkulu Tengah sampai Bengkulu yang memiliki Empat anak sungai yaitu, Kemumu, Rindu Hati, Susup dan Penawar. Luas DAS itu sendiri mencapai 51.950 Hektar. Akibat aktivitas tambang tersebut banyak Batu Bara yang tertumpah ke sungai dan hanyut sampai ke Bengkulu salah satunya sungai Kualo, karena hal tersebut di manfaatkan oleh sebagian warga untuk di jadikan mata pencaharian. Semenjak 6 bulan terkahir masyarakat yang mengambil Batu Bara di sungai Kualo menjerit karena tidak bisa di jualkan. Hasil yang mereka dapatkan biasanya mencapai Rp. 100.000 perhari tetapi untuk sekarang para penambang tersebut sangat resah karena hasil pencarian mereka tidak bisa dijualkan apalagi mengingat hari Lebaran yang sebentar lagi akan datang. Salah satu penambang disana mengatakan Sl 41(Th) " Harapan kami sebagai pencari Batu Bara sepanjang sungai Kualo untuk dibantu pemerintah untuk membantu memberikan kejelasan terhadap izin penjualan Batu Bara itu". Sebenarnya untuk membantu hal tersebut solusi perizinan bisa dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga dari perusahaan limbah untuk membeli batubara sungai. Berpijak pada Peraturan Pemerintah (PP) No 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3), warga menilai batubara sungai merupakan limbah dari aktivitas penambangan batu bara di hulu sungai. Hak tersebut sebelum harus di pastikan oleh pihak terkait tentang kejelasan Batu Bara sungai termasuk limbah atau tidak, karena jika termasuk limbah maka bisa untuk di jualkan dan di ambil. (Dos/BEBE)