05 Juni 2018

beritabengkulu.com,- Masjid merupakan tempat ibadah bagi seluruh umat Islam, jutaan Masjid tersebar Di belahan dunia antara semuanya, Masjid Quba di Madinah menjadi yang tertua. Nabi Muhammad SAW meletakkan batu pertama pada abad ke-6 masehi. Masjid Quba masih berdiri megah sampai sekarang. Jika di dunia Masjid Quba menjadi yang tertua, propinsi Bengkulu juga mempunyai beberapa masjid yang umur nya sudah tua di antaranya Masjid

1. Syuhada Kota Bengkulu.

Masjid ini berlokasi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu, menurut catatan sejarah masjid ini berdiri sekitar tahun 1767 M. Atau, jika dihitung dengan kalkulasi tahunan (1767-1999), usianya sudah mencapai 232 tahun. Masjid ini dibangun atas prakarsa empat orang tokoh masyarakat setempat waktu itu, yaitu Haji Wahid (Haji Tua), Haji Ali, Haji Yanjang, dan Haji Isa.

2. Masjid Al Ikhlas Kabupaten Bengkulu Tengah.

Masjid ini terletak di Desa Padang Betuah, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu ini dahulunya dibangun oleh tokoh asal Sumatera Barat H. Mansyur sekitar tahun 1800. Masjid ini dulu menjadi pusat penyebaran agama Islam di daerah tersebut.

3. Masjid Al Jihad Kabupaten Seluma.

Masjid yang terletak di Desa Pasar Talo, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Propinsi Bengkulu ini di bangun pada tahun 1918. Pembangunan masjid ini di pelopori oleh seseorang yang bernama H. Muhammad Ta’ib yang merupakan perantau dari Padang, Sumatra Barat. Masjid Al Jihad merupakan salah satu masjid bersejarah yang ada di Kabupaten Seluma. Masjid ini mempunyai ciri khas Minang yaitu Di bagian pintu masuk depan dibangun gapura khas Minang.

4. Masjid Al-Mujahidin Kota Bengkulu.

Masjid yang berdiri sekitar tahun 1850 ini, berlokasi di Pasar Bengkulu, Kecamatan Teluk Segar, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu. Dahulunya berdiri di sekitar pemandian (batang air), atau tempat pemandian dangkal, yaitu suatu tempat pemandian para dewa, karena di sekitar tempat tersebut banyak terdapat sumur-sumur tua. Di areal lokasi masjid ini, dulunya menjadi arena “sabung ayam. Orang yang pertama kali membangun pada tahun 1920 adalah seorang pemuka masyarakat setempat yang bernama H. Setir.

5. Masjid Jami’ Bengkulu.

Masjid Jamik Bengkulu ini, menurut catatan sejarah, pada mulanya berdiri di Kelurahan Bajak, yakni di sekitar lokasi makam pahlawan nasional Sentot Alibasyah Prawiradirja (panglima perang laskar Pangeran Diponegoro). Kemudian, sekitar awal abad ke-18 dipindahkan ke lokasi sekarang di Jalan Soeprapto, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu. Masjid jamik Pada saat itu hanya menggunakan bahan atau material dari kayu, beratapkan daun rumbia, dan memiliki lantai yang sangat sederhana pula, kemudian direnovasi oleh Ir Soekarno, saat diasingkan di Bengkulu Tahun 1938-1942. Kaum tua yang oleh Ir Soekarno disebut bigotedly orthodox, fanatik kolot. (Dos/BEBE)