29 Juli 2018

beritabengkulu.com – Banyaknya perpindahan kader partai itu menjadi pemandangan hal yang lumrah pasa saat pemilihan calon anggota legislatif, banyak motif yang di kemukakan oleh caleg tersebut, karena kesempatan dan karena peluang. perpindahan kader ini terjadi juga pada salah satu partai besar, seperti GOLKAR, PDI-P, DEMOKRAT, GERINDRA dll.  Proses perpindahan seorang kader partai ke partai lainnya lebih disebabkan karena kurang kuatnya ikatan ideologis di antara kader tersebut dengan partainya. Ketua Komisi II DPR RI, Zainuddin Amali memandang, apapun kondisinya jika landasan kader tersebut kuat maka tetap akan setia.

“Jika ikatan ideologisnya kuat, seberapapun kondisi partai, ibaratnya besok partai akan mati dia tetap akan bertahan dengan ideologi yang diyakininya sama dengan partai yang ia tempati,” ujar Amali di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7).

Amali menyebutkan disamping kekuatan ideologis, kader berpindah partai itu juga seiring adanya ambisi lolos ke parlemen di mana saat ini partai politik harus memenuhi ambang batas empat persen suara sah nasional. Menurut politisi Partai Golkar ini, wajar saja jika seseorang mulai berhitung apakah partai di mana dia berada saat ini dapat lolos atau tidak untuk masuk dan mendapat jatah kursi parlemen.

“Karena orang kan berekspektasi akan duduk di DPR, dengan demikian partai yang diwakili harus diyakini dia bisa lolos, kalau tidak dia enggak bisa bertahan,” jelasnya. (admin/bebe)