22 September 2020

BERITABENGKULU.COM, BENGKULU Mohammad Saleh, anggota DPR RI dari Provinsi Bengkulu, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di gedung serbaguna Rumah Aspirasi Mohammad Saleh, di kawasan Rejang Lebong, pada Selasa (22/9/20). Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 orang, yang terdiri dari perwakilan ormas kepemudaan dan perwakilan pengurus Karang Taruna Kabupaten Rejang Lebong.

Acara ini diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Setelah mengisi daftar hadir, setiap pserta diminta untuk mencuci tangan, memaka masker, dicek suhu tubuh, serta duduk dengan jarak yang sudah ditentukan.

Setelah menguraikan tentang pengertian serta kedudukan empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, Mohammad Saleh secara khusus menjelaskan tentang posisi pancasila dalam percaturan ideologi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Menurut anggota Komisi VIII tersebut, Pancasila sebagai dasar negara sebenarnya berfungsi sebagai titik tengah atau oemersatu sekian banyak ideologi yang berkembang, dan falsafah hidup yang diyakini oleh masyarakat.

“Di Indonesia ini, banyak ideologi dan falasafah hidup yang diyakini dan dianut oleh masyarakat. Baik berlatar belakang agama, atau pun kearifan lokal. Karena masyarakat Indonesia sangat majemuk dan beragam, tentu tidak mungkin untuk menerapkan satu ideologi atau falsafah hidup, lalu mengabaikan ideologi dan falasafah hidup yang lain. Di sinilah Pancasila berfungsi sebagai penengah,” terang mantan Ketua DPD RI tersebut.

Lebih lanjut Mohammad Saleh mengatakan bahwa secara konseptual, Pancasila digali dari semua nilai-nilai luhur yang hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila selalu relevan dengan semua idelogi dan falasafah hidup yang dianut oleh masyarakat. Pancasila tidak pernah bertentangan dengan kearifan lokal mana pun. Tidak pernah berbeda haluan dengan nilai-nilai moral agama apa pun. 

“Tidak ada nilai-nilai dalam agama apa pun di Indonesia ini yang bertentangan dengan Pancasila. Baik agama-agama besar seperti Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha, ataupun Konghucu, maupun agama-agama yang bersifat lokal seperti Sunda Wiwitan di kawasan Jawa Barat dan Banten, Kaharingan di Kalimantan, ataupun Aliran Kepercayaan di daerah Jawa,” jelasnya.

Mohammad Saleh menambahkan bahwa Pancasila sebenarnya adalah wujud dari toleransi dalam berdemokrasi. Pancasila adalah cerminan dari kesetaraan semua umat beragama, semua suku, dan semua golongan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, Indonesia sebenarnya sudah mencontohkan tentang prinsip egalitarianisme dalam bernegara. Tidak ada tirani mayoritas atas minoritas. Semuanya sama dan setara,

“Walaupun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, para pendiri bangsa tidak lantas menjadikan Islam sebagai dasar negara sebagaimana yang dipraktikkan negara-negara Timur-Tengah. Mereka sadar, bahwa jika Islam dijadikan sebagai dasar negara, maka penganut agama lain akan merasa terpinggirkan. Namun ketika Pancasila yang dipilih, semua masyarakat merasa terakomodasi. Tidak ada yang merasa dikerdilkan atau ditinggalkan,” paparnya.

Sebagai bentuk kesetiaan kepada Pancasila, Kader Partai Golkar ini mengajak masyarakat untuk tidak bersikap eksklusif. Membentuk kelompok atau kominitas tertentu, kemudian menganggap komunitasnya sebagai yang paling benar, sementara orang lain tidak. Sikap-sikap seperti ini, menurut Mohammad Saleh, bisa memicu ketidak-harmonisan di kalangan masyarakat. 

Setelah selesai menguraikan tentang Empat Pilar Kebangsaan, acara dilanjutkan pada sesi tanya jawab atau diskusi. Pada kesempatan ini, moderator memberi kesempatan tiga orang untuk setiap termin. Karena yang hadir adalah perwakilan ormas dan pemuda karang taruna, wajar jika pertanyaan yang diajukan peserta terkesan sangat tajam dan kritis. 

Ketika menjawab pertanyaan terakhir, Mohammad Saleh, mengutarakan kebanggannya kepada para peserta acara. “Sebagai perwakilan masyarakat Bengkulu di Parlemen, saya bangsa karena ternyata para pemuda di Bengkulu sangat intens mengikuti perkembangan dinamika politik kebangsaan di negeri ini. Semua saran dan masukan yang disampaikan dalam diskusi ini, akan saya teruskan kepada semua pihak yang berkompeten,” pungkasnya (Ad<minBeBe)