17 November 2020

BERITABENGKULU.COM - Bengkulu, Anggota DPR RI dari Provinsi Bengkulu kembali menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di daerah pemilihannya pada Selasa (17/11/20). Bertempat di rumah Aspirasi di Kabupaten Rejang Lebong, Mohammad Saleh, mengundang semua tokoh masyarakat yang ada di Desa Bumbu Lalang untuk diajak berdialog dan berdiskusi seputar praktik berbangsa dan bernegara, berikut ragam masalah sosial yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Acara ini dipadati oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Dalam kesempatan ini, Anggota Komisi VIII menitik-beratkan paparannya tentang upaya menerapkan ajaran Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. “Karena Pancasila menempati posisi sebagai dasar negara, maka idealnya, sikap dan perilaku kita harus sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sila pertama misalnya, Ketuhanan yang Maha Esa. Secara praktis bisa diterjemahkan bahwa penduduk Indonesia harus beragama. Oleh karena itu, semua bentuk ajaran atau ideologi yang menafikan agama, tidak boleh diterapkan oleh masyarakat Indonesia,” katanya mengawali paparan.

Selanjutnya Mohammad Saleh menguraikan sila demi sila dalam Pancasila berikut contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa semua peserta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam mempraktikkan hidup yang sesuai dengan jiwa Pancasila. Pasalnya, semua peserta merupakan tokoh masyarakat yang pendapatnya didengar dan nasihatnya diikuti oleh masyarakat.

“Saya sengaja mengundang tokoh-tokoh masyarakat pada acara kali ini, karena saya ingin mengajak semua peserta menyadari tanggung jawab moralnya sebagai orang yang dipatuhi oleh masyarakat. Tanggung jawab  moral itu adalah menjadi contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan seharo-hari. Tidak perlu terlalu idealis dan muluk-muluk, cukup dengan mengayomi warga agar hidup mereka damai dan harmonis,” pintanya. 

Ajak ini disambut baik oleh semua peserta yang hadir. Meskipun tidak ada komitemen tertulis, namun semua peserta menyepakati untuk bekerja sama dan bersinergi dalam upaya membangun masyarakat yang tenteram dan harmonis, sebagai bentuk penegakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Terutama pada basis masyarakat yang mereka ayomi.

  Mohammad Saleh mengapresiasi respon positif yang ditunjukkan oleh para peserta acara. Menurutnya, komitemen tersebut merupakan bukti adanya kesepahaman dan cita-cita bersama di tengah-tengah untuk mewujudkan tata kehidupan yang damai di kawasan Bumbu Lalang.

“Secara pribadi saya sangat senang dengan diskusi ini, karena ternyata ada kesamaan visi di antara para tokoh masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis di tengah-tengah masyarakat. Komitemen seperti inilah yang terkandung dan ingin dicapai dalam lima sila dalam Pancasila,” tegasnya.

Acara yang berlangsung tertib ini menjadi semacam forum untuk membahas dinamika yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. salah satu peserta yang enggan menyebutkan nama misalnya, meminta agar para penyelenggara negara dan aparat pemerintahan, menegakkan keadilan hukum, sebagaimana diamanahkan dalam sila kedua. Pasalnya, dalam sejumlah kasus hukum, masyarakat melihat adanya proses peradilan yang mencederai rasa keadilan masyarakat, sehingga memicu kecemburuan sosial. 

Menanggapi pengaduan ini, Mohammad Saleh meminta masyarakat untuki bersama-sama mengawal proses penegakan hukum di Indonesia, supaya bisa mencerminkan keadilan bagi semua pihak. Ia pun berjanji untuk menyuarakan aspirasi tersebut kepada para penegak hukum.(AdminBeBe).