08 Desember 2020

BERITABENGKULU.COM,- Bengkulu, Anggota DPR RI dari Provinsi Bengkulu, Mohammad Saleh, mengadakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di daerah pemilihannya pada Selasa (8/12/20). Bertempat di aula kantor perusahaan yang dimilikinya sendiri, PT Prioritas, para peserta dalam acara ini adalah semua karyawan PT Prioritas se-Provinsi Bengkulu.

Karena masih dalam suasana Pandemi, panitia penerapkan protokol kesehatan kepada semua yang hadir. Sebelum mengisi absesnsi, peserta diharuskan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer yang disediakan panitia. Mereka juga diharuskan memakai masker, dan duduk dengan jarak tertentu.

Dalam paparannya, Anggota Komisi VIII mengatakan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menerapkan dan menegakkan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan, sesuai dengan kapasitas masing-masing. “Pelaksanaan empat pilar kebangsaan adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas penyelenggara negara saja. Sebab, semua warga negara pasti mendambakan suasana kehidupan berbangsa dan bernegara yang beradab, maju, dan adil. Semua ini hanya bisa tercapai jika setiap penduduk Indonesia merasa memiliki kewajiban untuk menjaga kerukunan dan persatuan, bekerja keras untuk meraih kemakmuran, serta berusaha mematuhi semua peraturan yang berlaku,” ujarnya. 

Kader partai Golkar tersebut juga mengatakan bahwa 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan bagi setiap upaya pembangunan manusia Indonesia untuk menggapai cita-cita menjadi negara yang makmur sentosa. 

“UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah titik temu sekaligus pijakan bagi warga Indonesia untuk mewujudkan visi dan misi bernegara. Keempatnya adalah pemersatu bagi keragaman penduduk yang multi etnis yang juga multi potensi. Ada banyak norma hukum yang dianut oleh masyarakat, namun yang tertinggi adalah UUD 1945. Ada banyak kebijakan yang akan diterapkan, namun semuanya harus dalam kerangka NKRI,” tambahnya.

Meskipun acara ini bukan yang pertama bagi karyawan PT Prioritas, namun mereka tetap terlihat serius dan antusias dalam mengikutinya. Terlebih ketika sesi tanya jawab dibuka oleh moderator.  Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan bernada kritis sebagai respon terhadap peristiwa muttakhir yang terjadi di tanah air. 

Ada peserta yang menyoroti tentang fenoemena penegakan hukum di Indonesia yang menurutnya tidak mencerminkan keadilan sebagaimana yang tertuang dalam Pancasila. Ada juga yang menanyakan tentang penyebab amandemen terhadap UUD 1945 pada awal era Reformasi. Bahkan ada yang mempertanyakan kekuatan UUD 1945 dalam menegakkan supremasi hukum di tanah air.

Semua pertanyaan itu dijawab dengan baik oleh Mohammad Saleh. Ia menegaskan bahwa di sinilah poin krusial pentingnya penyadaran masyarakat terhadap tanggung jawab mereka untuk menegakkan nilai-nilai 4 Pilar kebangsaan. 

“Seorang pejabat yang mengerti bahwa dirinya punya tanggung jawab moral untuk menegakkan keadilan seperti yang diinginkan sila kedua dan kelima, pasti akan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dalam memutuskan perkara atau memutuskan suatu kebijakan. Seorang pekerja yang tahu bahwa dirinya punya kewajiban untuk menegakkan nilai Empat Pilar Kebangsaan, pasti berusaha memberikan yang terbaik bagi tempatnya bekerja, karena kualitas pekerjaannya berkaitan dengan kualitas perusahaan secara keseluruhan. Dan, kemudian juga berkaitan dengan peningkatan kesejahtaraan masyarakat,” jawabnya.(AdminBeBe).